Minggu, 26 Januari 2020

Menyayat Hati! Nenek 75 Tahun Ini Hidup Sebatang Kara Hingga Jual 3 Sendok Untuk Membeli Beras 'Saya Tidak Punya Uang Untuk Makan'

Loading...

Kisah seorang nenek bernama Sadinah (75) yang tak punya uang untuk makan sungguh memilukan.

Mbah Sadinah adalah warga Desa Kleco, Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang akhirnya menjual tiga buah sendok untuk membeli beras.

Mbah Sadinah mendatangi rumah tetangganya, Harmoko, untuk menjual tiga sendok.

Hal tersebut diungkapkan oleh Harmoko pada Minggu lalu.


“Kejadiannya kemarin, Mbah Sadinah ini ke rumah meminta sendoknya dibeli untuk membeli beras,” ujar Harmoko

Harmoko yang merasa kasihan dengan nenek renta tersebut tak menerima sendok namun memberikan beras Mbah Sadinah untuk memasak.

Harmoko juga menurutkan warga desa kerap memberi pinjaman beras ke Mbah Sadinah.

Saat menjual sendoknya ke Harmoko, Mbah Sadinah tidak mengutarakan untuk apa uang hasil penjualan sendok tersebut.

"Saya kurang tahu untuk kebutuhan apa Mbah Sadinah menjual sendok tersebut,” kata Harmoko.

Sementara itu Mbah Sadinah menuturkan menjual tiga sendok untuknya untuk makan.

“Buat beli beras karena saya tidak punya uang dan beras untuk dimakan,” ujar Mbah Sadinah ditemui di rumah sederhana yang ditempatinya.

Harmoko mengatakan baru sekali ini Mbah Sadinah sampai harus menjual sendok untuk makan.

Mbah Sadinah tinggal seorang diri di rumah berukuran 3 x 6.

Rumah tersebut telah direnovasi oleh pemerintah desa setempat setahun yang lalu sehingga bisa layak untuk ditinggali.


Sebelum direnovasi, Mbah Sadinah mengatakan atap rumahnya sangat pendek.“Terima kasih rumah saya sudah dibagusin setahun lalu. Dulunya pendek sekarang agak lega,” ujar Mbah Sadinah.

Mbah Sadinah menyebutkan dirinya tak pernah dapat bantuan beras untuk masyarakat miskin.

Justru warga yang usianya lebih muda darinya yang mendapat bantuan.

“Kalau beras saya tidak pernah dapat bantuan, yang muda-muda itu yang dapat,” ucap Mbah Sadinah.

Meski di usia renta, Mbah Sadinah mengungkap dirinya masih bekerja.

"Alhamdulillah selama ini sehat, masih bisa bekerja,” ucap Mbah Sadinah," lanjutnya.

Mbah Sadinah suka mencari sisa panen padi atau kacang di sawah milik warga.

Tak hanya itu, nenek yang telah berambut putih tersebut juga mencari reruntuhan buah kapuk dan membuat keripik gadung untuk memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari.

“Kerjanya hanya ngasak (mencari sisa) gabah sama kacang."

"Kadang seminggu baru bisa menjual hasilnya,” ucapnya.

Melihat kondisi yang memprihatinkan Mbah Sadinah, Harmoko yang merupakan penggiat sosial menuturkan akan menggalang dana untuk nenek tersebut.

Harmoko akan menggalang dana melalui komunitas Paguyuban Wong Magetan.

“Rencananya kami mau membantu Mbah Sadinah melalui komunitas,”ujar Harmoko.

Loading...