Selasa, 22 Mei 2018

Cara Mudah Membuat Cotoon Japanese Chese Cake yang Lagi Hitz!

Loading...

Dua iris? Tiga iris? Atau empat iris? Seperti sedang merapal mantra saya berulang-ulang bertanya dalam hati, seberapa banyak irisan cake lezat ini yang akan saya sikat dalam satu kesempatan saja. Jam telah menunjukkan pukul delapan malam ketika si lembut ini keluar dari oven dan saya telah menelan irisan besar pertama namun air liur masih saja menetes karena mulut saya masih ingin menyantap porsi kedua. Tobat! Namun percayalah bukan hanya saya yang mengalami dilema seperti ini karena saya yakin anda pasti akan mengalami hal yang sama jika telah mencicipi irisan pertama Cotton Japanese Cheesecake ini. Karena cake ini memang super fluffy, so soft, dengan rasa manis yang pas bercampur dengan gurihnya keju dari cream cheese. Jadi, sambil menghela nafas dan memaafkan diri dengan alasan tadi seharian telah berpuasa, saya pun menyantap irisan besar kedua. Hmm....

Cheesecake versi Jepang memang berbeda dengan cheesecake umumnya, Japanese cheesecake dibuat dengan memanaskan cream cheese dan mentega hingga mengental baru kemudian dimasukkan tepung maizena dan kuning telur ke dalam adonan. Putih telurnya sendiri dikocok terpisah hingga kaku dan terbentuk soft peak baru kemudian ditambahkan ke dalam adonan tepung dan kuning telur. Sama seperti cheesecake versi panggang lainnya maka Japanese cheesecake juga dipanggang di dalam oven dengan teknik bain marie atau water bath, yaitu teknik memanggang cake dengan cara meletakkan loyang berisi adonan ke dalam loyang lainnya berisi air panas.

Cara ini tujuannya untuk menghasilkan cheesecake dengan permukaan yang berwarna terang, terlihat basah, lembut dan mencegah retak pada permukaan cheesecake. Air panas membantu menambah kelembaban dalam oven dan mencegah suhu kue tidak melebihi 100'C seberapa pun besarnya suhu pada oven. Hal ini karena sifat air yang akan menguap ketika mencapai titik didihnya. Karena itu, bagian luar dari cake tidak akan matang lebih dahulu dari bagian tengahnya dan tidak menjadi retak.

Nah, dibandingkan dengan versi cheesecake biasa, terus terang saya lebih suka dengan versi Jepangnya, karena spongy, lebih kering sehingga tidak terlalu eneg dan kadar gulanya lebih sedikit sehingga tidak terlalu manis. Secara keseluruhan cake ini sebenarnya tidak sulit untuk dibuat asalkan anda mengetahui tips dan mengikuti stepnya dengan baik dan benar.

Kuncinya adalah:

  1. Lelehkan cream cheese, mentega dan susu cair dengan cara di tim tapi jangan sampai wadah berisi cream cheese dan bahan lainnya ini menyentuh air yang terdapat dalam panci di bawahnya, teknik ini dikenal dengan nama double-boiler. Jadi gunakan panci untuk merebus air dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan wadah berisi cream cheese.
  2. Pisahkan kuning dari putih telur dengan hati-hati, jangan sampai ada satu tetespun kuning telur mengotori putih telurnya. Karena satu tetes saja kuning telur mengenai putih telur maka putih telur tidak akan pernah bisa menjadi kaku walaupun kita kocok hingga mesin mikser meledak ^_^
  3. Mangkuk untuk mengocok putih telur harus bersih, bebas lemak dan garam agar putih telur bisa kaku ketika dikocok
  4. Masukkan kuning telur ke dalam cream cheese ketika cream cheese telah terasa mulai hangat, bukan ketika masih panas dari atas kompor, agar kuning telur tidak berubah menjadi telur rebus.
  5. Campurkan kocokan putih telur ke adonan cream cheese secara bertahap, dan aduk perlahan dengan teknik aduk balik/folding/melipat. Teknik ini umum dilakukan untuk adonan-adonan yang menggunakan kocokan putih telur seperti ini. Tujuannya agar udara tetap terperangkap di dalam adonan sehingga cake mekar dan spongy. Jangan mengaduk dengan cara menggerakkan spatula searah jarum jam, atau acak atau zig-zag, atau apapun gaya anda lainnya, tapi gerakkan spatula memotong ditengah adonan, sisiri bagian dasar wadah kemudian putarkan pergelangan tangan anda keluar sehingga spatula membalik adonan. Lakukan gerakan ini sambil wadah anda putar menggunakan tangan lainnya sehingga semua bagian teraduk sempurna.
  6. Jangan mengaduk adonan berlebihan agar udara yang terperangkap dalam kocokan putih telur tetap bertahan. Ketika putih telur telah tercampur baik maka segera hentikan proses mengaduk. Berlebihan mengaduk akan membuat cake anda menjadi kurang mengembang.
  7. Berkaitan dengan no 6, jangan juga kurang mengaduk sehingga kocokan putih telur masih bergumpal-gumpal. Bedanya dengan adonan muffin atau pancake dimana adonan memang masih menggumpal dan akan lepas ketika dipanggang, kocokan putih telur ini tidak akan mengalami hal yang sama. Jadi, jika masih ada gumpalan maka gumpalan ini akan bertahan dan permukaan cake anda akan berbenjol-benjol seperti bisul, sehingga mengurangi tampilannya. Japanese cheesecake harus tampil mulus bebas jerawat atau bisul untuk mencerminkan betapa lembut dan halusnya cake ini.
  8. Harus dipanggang dengan teknik bain marie/water bath, saya sudah jelaskan teknik ini di atas ya. Jika anda menggunakan loyang bongkar pasang, maka bungkus terlebih dahulu bagian bawah loyang dengan alumunium foil rapat-rapat, tujuannya agar air tidak masuk ke dalam loyang. Jika air masuk maka cake anda pada bagian bawah akan bantat tidak mengembang. Masukkan loyang ke dalam loyang lainnya yang lebih besar, kemudian isi loyang di bagian bawah dengan air panas, jangan sampai saat menuangkan airnya masuk ke adonan ya. Isi hingga air kira-kira mencapai 1/4 tinggi loyang, baru cake dipanggang. Usahakan jangan sampai air habis saat pemanggangan. Tanpa air panas di bawahnya cake anda akan kering, sehingga retak dan pecah.
  9. Anda hanya bisa membayangkan kelezatan cheesecake ini saja jika tidak segera mulai membuatnya. Jadi, ayo kita langsung ke TKP!


Bahan A:
150ml susu cair full cream
150gr keju chedar parut/quickmelt
60gr butter

Bahan B:
30gr tepung terigu protein rendah
20gr maizena
10gr susu bubuk fullcream
4kuning telur

Bahan C:
4putih telur
100gr tepung gula
1sdm air lemon
(Bs d ganti jeruknipis , cuka dapur / 1/2sdt cream of tar tart )

Cara membuat:
1. Tim bahan A aduk hingga smua larut dan tunguh uap panas hilang, mkskan tepung ,maizena, susu bubuk aduk dan mskan kocokan kuning telur aduk cepat,
2.Mixer bahan C putih telur dan lemon, mskan gula halus Bertahap (3-4x) mixer hingga soft peak.
3.campurkan bahan A dan C aduk balik dengan spatula hingga tercampur rata,
4.siapkan loyang bulat 18x7cm alasi kertas baking di dalam loyang,
Untuk luar lotang kelilingi dengan alumunium foil, panggang dengan Teknik Au Bain Marie, tungguh hingga matang, enjoy
Loading...